Indonesia merupakan salah satu negara
dengan wilayah hutan terluas di dunia. Hutan yang membentang dari Sabang hingga
Merauke ini membuat Indonesia dijuluki sebagai paru – paru dunia. Dengan kata
lain, hutan di Indonesia merupakan “antioksidan” bagi emisi karbon yang
dihasilkan oleh padatnya aktivitas masyarakat dunia sehari – hari. Hutan di
Indonesia yang didominasi oleh hutan tropis ini dapat dikatakan sebagai sosok
hutan ideal. Mengapa demikian? Sebab hutan tropis di Indonesia ditumbuhi oleh
berbagai jenis tumbuhan dan dihuni oleh berbagai fauna yang hanya bisa
ditemukan di wilayah tropis. Sebut saja orangutan. Satwa yang masuk ke dalam
spesies kera ini hanya dapat ditemukan di Sumatera, Kalimantan dan sebagian
kecil Malaysia Timur. Indonesia memenuhi kriteria hutan tropis yang ideal
karena indikator hutan tropis ideal adalah hutan tropis yang dihuni oleh orangutan.
Selain orangutan, satwa lain yang turut menghuni di hutan Indonesia adalah
harimau dan badak.
Hutan
di Indonesia rupanya tidak sekedar berfungsi sebagai penyerap karbon dioksida, tetapi
juga sebagai habitat asli satwa langka, penyeimbang ekosistem sekaligus
pencegah pemanasan global. Namun realita yang terjadi justru sebaliknya. Hutan tropis
di Indonesia mengalami penggundulan hutan atau deforestasi secara signifikan
setiap tahunnya. Peralihan hutan lindung menjadi lahan konsesi membuat
kehidupan satwa langka semakin terancam punah. Salah satu industri yang harus
bertanggung jawab atas deforestasi hutan yaitu industri kelapa sawit. Industri
kelapa sawit baik dalam negeri maupun industri kelapa sawit milik asing secara bebas
mengeksploitasi hutan secara masif dan telah terjadi dalam jangka panjang. Tak
jarang dalam upaya perusahaan kelapa sawit membuka lahan konsesi di hutan
tropis ini melibatkan warga sekitar untuk membunuh satwa langka seperti
orangutan yang dianggap sebagai hama dan mengganti dengan imbalan rupiah. Lemahnya regulasi pemerintah akan perlindungan
hutan serta minimnya perhatian pemerintah terhadap daerah perbatasan rupanya
menjadi pemicu utama masalah deforestasi ini.
Pencegahan
serta penanganan deforestasi hutan harus dimulai dari sekarang. It’s now emergency! Masyarakat harus
berpartisipasi mencegah deforestasi hutan karena masyarakat memiliki peran yang
sangat strategis dalam rangka mengontrol eksploitasi yang dilakukan oleh sekelompok
industri terhadap hutan di Indonesia. Masyarakat merupakan kelompok besar yang
memiliki kekuatan superior serta pengaruh untuk mendorong industri berkomitmen
menghentikan deforestasi. Melalui kampanye Protect Paradise, saya ingin mengajak kamu sebagai bagian dari masyarakat untuk bersama
– sama melakukan kontrol terhadap industri yang tidak ramah lingkungan. Kamu dapat
berpartisipasi aktif mencegah kerusakan hutan dengan bergabung bersama Greenpeace Indonesia sebagai LSM yang
memiliki kepedulian tinggi akan kelestarian lingkungan hidup. Selain itu, kamu
juga bisa melindungi bumi dimulai dari diri sendiri dengan cara menerapkan PROTECT PARADISE (Pro-Technology and from
Paperless to be Wise) dalam kehidupan sehari – hari. Maksudnya adalah mengurangi
penggunaan kertas dan melakukan daur ulang, menggunakan transportasi umum untuk
mengurangi emisi karbon serta aktif berpartisipasi dalam gerakan Greenpeace Indonesia. Karena setiap hela
nafasmu memberi kehidupan bagi hutan Indonesia. Ayo bernafas bersama untuk
masa depan bumi Indonesia yang lebih hijau!
Salam Hijau!
Referensi: