Sabtu, 15 Februari 2014

Saatnya Bernafas Untuk Hutan Indonesia

         Indonesia merupakan salah satu negara dengan wilayah hutan terluas di dunia. Hutan yang membentang dari Sabang hingga Merauke ini membuat Indonesia dijuluki sebagai paru – paru dunia. Dengan kata lain, hutan di Indonesia merupakan “antioksidan” bagi emisi karbon yang dihasilkan oleh padatnya aktivitas masyarakat dunia sehari – hari. Hutan di Indonesia yang didominasi oleh hutan tropis ini dapat dikatakan sebagai sosok hutan ideal. Mengapa demikian? Sebab hutan tropis di Indonesia ditumbuhi oleh berbagai jenis tumbuhan dan dihuni oleh berbagai fauna yang hanya bisa ditemukan di wilayah tropis. Sebut saja orangutan. Satwa yang masuk ke dalam spesies kera ini hanya dapat ditemukan di Sumatera, Kalimantan dan sebagian kecil Malaysia Timur. Indonesia memenuhi kriteria hutan tropis yang ideal karena indikator hutan tropis ideal adalah hutan tropis yang dihuni oleh orangutan. Selain orangutan, satwa lain yang turut menghuni di hutan Indonesia adalah harimau dan badak.

        Hutan di Indonesia rupanya tidak sekedar berfungsi sebagai penyerap karbon dioksida, tetapi juga sebagai habitat asli satwa langka, penyeimbang ekosistem sekaligus pencegah pemanasan global. Namun realita yang terjadi justru sebaliknya. Hutan tropis di Indonesia mengalami penggundulan hutan atau deforestasi secara signifikan setiap tahunnya. Peralihan hutan lindung menjadi lahan konsesi membuat kehidupan satwa langka semakin terancam punah. Salah satu industri yang harus bertanggung jawab atas deforestasi hutan yaitu industri kelapa sawit. Industri kelapa sawit baik dalam negeri maupun industri kelapa sawit milik asing secara bebas mengeksploitasi hutan secara masif dan telah terjadi dalam jangka panjang. Tak jarang dalam upaya perusahaan kelapa sawit membuka lahan konsesi di hutan tropis ini melibatkan warga sekitar untuk membunuh satwa langka seperti orangutan yang dianggap sebagai hama dan mengganti dengan imbalan rupiah.  Lemahnya regulasi pemerintah akan perlindungan hutan serta minimnya perhatian pemerintah terhadap daerah perbatasan rupanya menjadi pemicu utama masalah deforestasi ini.


        Pencegahan serta penanganan deforestasi hutan harus dimulai dari sekarang. It’s now emergency! Masyarakat harus berpartisipasi mencegah deforestasi hutan karena masyarakat memiliki peran yang sangat strategis dalam rangka mengontrol eksploitasi yang dilakukan oleh sekelompok industri terhadap hutan di Indonesia. Masyarakat merupakan kelompok besar yang memiliki kekuatan superior serta pengaruh untuk mendorong industri berkomitmen menghentikan deforestasi. Melalui kampanye Protect Paradise, saya ingin mengajak kamu sebagai bagian dari masyarakat untuk bersama – sama melakukan kontrol terhadap industri yang tidak ramah lingkungan. Kamu dapat berpartisipasi aktif mencegah kerusakan hutan dengan bergabung bersama Greenpeace Indonesia sebagai LSM yang memiliki kepedulian tinggi akan kelestarian lingkungan hidup. Selain itu, kamu juga bisa melindungi bumi dimulai dari diri sendiri dengan cara menerapkan PROTECT PARADISE (Pro-Technology and from Paperless to be Wise) dalam kehidupan sehari – hari. Maksudnya adalah mengurangi penggunaan kertas dan melakukan daur ulang, menggunakan transportasi umum untuk mengurangi emisi karbon serta aktif berpartisipasi dalam gerakan Greenpeace Indonesia. Karena setiap hela nafasmu memberi kehidupan bagi hutan Indonesia. Ayo bernafas bersama untuk masa depan bumi Indonesia yang lebih hijau! 


Salam Hijau!



Referensi: