Hello, I’m back again. Kali ini saya
akan memberikan opini mengenai perkembangan terbaru yang sedang terjadi di
Amerika. Apa itu? Ya, salah satu topik yang ingin saya kupas yaitu mengenai
berita dari perusahaan majalah berita NewsWeek yang akhir tahun ini (2012) akan
segera mengakhiri penerbitannya dalam bentuk cetak dan beralih seluruhnya ke
dalam format online.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa
NewsWeek merupakan salah satu majalah berita tersohor seantero Amerika Serikat dengan
pesaing utamanya seperti Time’s New York. Pemimpin redaksi NewsWeek, Tina Brown
menjelaskan bahwa majalah berita ini
akan sepenuhnya beralih ke format digital online
sebagaimana diberitakan harian Kompas edisi hari Jumat 19 Oktober 2012. Alasan
utama mengapa NewsWeek merubah format ke digital
online sepenuhnya dikarenakan mahalnya biaya produksi dan distribusi.
Keputusan ini jelas merupakan sebuah gebrakan yang cukup “liar” dalam
menghadapi persaingan media dan persaingan memenuhi kebutuhan hidup manusia.
Menurut saya, langkah NewsWeek
merupakan gebrakan cerdas yang melahirkan alternatif baru dalam menghadapi
persaingan media. Bagaimana di Indonesia sendiri? Akankah majalah berita di
Indonesia juga akan menggunakan metode tersebut? Nah, kali ini saya akan
membahasnya secara runtut dilihat dari berbagai aspek ekonomi, teknologi,
sosial-budaya dan lingkungan.
a.
Faktor
Ekonomi
Perlu kita ketahu bahwa yang menjadi alasan utama
majalah berita “NewsWeek” mengakhiri penerbitan cetaknya dikarenakan tingginya
biaya cetak dan produksi. Selain itu, berdasarkan pemberitaan dari media online republika.co.id dijelaskan bahwa
terdapat faktor lain yang membuat “NewsWeek” hanya akan “bermain” pada format
digital yaitu suramnya perekonomian Amerika Serikat dalam lima tahun terakhir
membuat para pengiklan berlaih beriklan di internet daripada beriklan di
majalah berita ini, mengingat besarnya pendapatan “NewsWeek” dari iklan semakin
membuat “NewsWeesk” kesulitan dalam memperoleh oplah penjualan.
Jika dilihat dari sisi ekonomi, pemberitaan mengenai
“NewsWeek” ini berpotensi menimbulkan kecenderungan bagi perusahaan majalah
berita di Indonesia untuk melakukan hal serupa. Tingginya biaya produksi dan
distribusi kerap menjadi beban pengeluaran atau budgeting. Dalam Ilmu manajemen
terdapat istilah financial planning
dimana perencanaan jangka panjang keuangan (terutama mengenai laba). Jika biaya
produksi dan distribusi ke seluruh Indonesia semakin tinggi sementara target
laba setiap tahunnya tidak memenuhi target disamping harus menggaji seluruh
karyawan maka hanya akan menimbulkan defisit anggaran perusahaan. Tekanan
tekanan ini diprediksikan mampu mendorong perusahaan majalah berita di
Indonesia beralih pada satu format yaitu digital. Selain itu dengan beralihnya
majalah berita di Indonesia ke format digital, akan memudahkan update berita
tanpa perlu bergantung pada agen agen di setiap wilayah dan tidak mengganggu
jadwal pendistribusian agen.
Dengan menerapkan “Single Production” hanya dalam format digital saja, secara otomatis
tidak hanya terjadi efisiensi dalam sirkulasi keuangan, tetapi juga efisiensi
tenaga kerja. Jika langkah ini benar benar dilakukan oleh perusahaan majalah
berita di Indonesia, maka ada PR yang lebih besar lagi. Yaitu konversi ini akan
berdampak pada pemutusan hubungan kerja sebagian karyawan dan akan berpengaruh
terhadap ekonomi khususnya ekonomi makro
.
b.
Faktor
Teknologi
Teknologi komunikasi massa yang terus berkembang,
secara perlahan tapi nyata mulai menggeser eksistensi percetakan. Pernyataan
ini diperkuat melalui data yang dihimpun oleh survey tvOneNews yang menyebutkan
bahwa pada pembaca majalah di Indonesia pada tahun 2006 sebesar 25%, namun pada
tahun 2012 hanya tersisa sebesar 8% khalayak saja yang membaca majalah.
Perkembangan teknologi internet dalam komunikasi
massa yang semakin mengaburkan level – level komunikasi berdampak pada mudahnya
akses serta cepatnya arus informasi di masyarakat. Sehingga faktor teknologi
sangat berpengaruh dalam mendorong majalah berita Indonesia yang sampai saat
ini masih setia dengan format konvensionalnya akan beralih sepenuhnya ke format
digital meskipun saat ini hampir setiap perusahaan majalah berita di Indonesia juga
memiliki format digital dalam bentuk website dan aplikasi untuk BlackBerry dan
Ipad.
c.
Faktor
Sosial Budaya
Perkembangan media massa yang begitu cepat terutama
media massa elektronik semakin menggugah kesadaran masyarakat akan pesan pesan
media. Hal tersebut memunculkan keinginan masyarakat agar dapat mengakses
informasi secara praktis, cepat dan realtime.
Salah satu kelebihan format online yaitu cepatnya perputaran arus informasi
serta berita yang didesain short news,
menjawab kebutuhan masyarakat saat ini yang mobilitasnya kian meningkat dan
keterbatasan waktu untuk membaca majalah berita secara fisik (apalagi sambil
duduk bersantai).
Namun kita tidak bisa mengelak bahwa saat ini kita
masih terbiasa dengan budaya membaca buku secara fisik, bagaimana jemari kita
membuka halaman demi halaman, aroma buku ketika masih baru dibuka dari
bungkusnya merupakan kenikmatan yang tidak akan kita temukan di format digital.
Menurut saya ini bukanlah suatu penghalang, melainkan tantangan yang dihadapi
perusahaan majalah berita jika ingin mengkonversi ke dalam format digital. Apabila
terdapat perusahaan yang ingin sepenuhnya berpindah ke format digital tanpa
kehilangan konsumen di format maka yang perlu dilakukan adalah mendigitalisasi
manusia agar menjadi suka dan terbiasa membaca majalah dalam format digital
ketimbang format konvensional. Misalnya membiasakan membaca berita online.
d.
Faktor
Lingkungan
Salah satu aspek yang harus diperhatikan dalam suatu
manajemen perusahaan yaitu bagaimana menggunakan sumber daya yang ada baik
sumber daya manusia dan sumber daya bukan manusia (bahan mentah, modal,
bangunan, mesin dan aspek lain) secara efektif dan efisien. Dalam rangka
Indonesia menuju Millenium Development
Goals tahun 2015 yang berisi delapan poin tersebut terdapat salah satu goal “menjamin daya dukung lingkungan
hidup”. Salah satu penjabarannya adalah melaksanakan prinsip prinsip
pembangunan berkelanjutan dan mengurangi hilangnya sumber daya lingkungan. (Millenium Development Goals)
Saat ini dalam upaya mengatasi global warming dan mencapai MDGs, gerakan paperless semakin digalakkan untuk mengurangi dan menghemat
penggunaan kertas demi terciptanya seimbangan sumber daya. Di FISIP UI, gerakan
paperless mulai digalakkan sejak masa
orientasi fakultas hingga di bangku perkuliahan. Misalnya memanfaatkan sisi kosong
kertas yang sudah terpakai untuk mengoptimalkan efisiensi penggunaan
kertas. Jika gerakan ini diterapkan pada
perusahaan majalah berita di Indonesia, maka langkah nyata yang dapat dilakukan
yaitu dengan beralih ke format digital.
Dengan beralih ke format digital, akan membawa angin
segar bagi kelestarian lingkungan. Dimana kebutuhan akan kertas menjadi
tereduksi, penebangan pohon dapat diminimalisir, lebih hemat energi karena
tidak perlu mengoprasikan mesin mesin percetakan, pekerjaan juga menjadi lebih
sederhana.
Inti dari penjelasan ini
adalah kita tidak dapat menghentikan laju perkembangan teknologi komunikasi.
Perkembangan teknologi komunikasi bersifat inevitable
dan mencakup aspek aspek kehidupan manusia. Seiring dengan perkembangan
teknologi serta desakan berbagai faktor seperti ekonomi, teknologi maupun
sosial budaya serta tak kalah penting, faktor lingkungan, cepat atau lambat
akan menggiring majalah berita di Indonesia akan sepenuhnya beralih ke format
digital. Namun itu memerlukan proses yang tidak sebentar dan tidak mudah
mengingat saat ini masih ada sebagian besar masyarakat yang merasa lebih nyaman
atau terbiasa dengan budaya konvensional dimana bentuk fisik masih diutamakan.
Salam
Hijau!
(Hargailah
setiap karya milik siapapun dengan tidak melakukan tindakan plagiarisme)
Dlaify Bruinsma
Mahasiswa Ilmu Komunikasi - FISIP.
Universitas Indonesia
Bibliography
Armandhanu, D. (2012, October 24). PBB : Facebook
Jadi Tempat Rekrut Teroris. Retrieved October 29, 2012, from VIVANEWS:
http://dunia.news.viva.co.id/news/read/361906-pbb--facebook-jadi-tempat-rekrut-teroris
Astaga, Pembaca
Koran Hanya 15 Persen. (2011,
October 21). Retrieved October 29, 2012, from tvOneNews:
http://sosialbudaya.tvonenews.tv/berita/view/50331/2011/10/21/astaga_pembaca_koran_hanya_15_persen.tvOne
Dominick, J. R.
(2009). Dynamics of Mass Communication : Media in the Digital Age.
Athens: University of Georgia.
Millenium
Development Goals. (n.d.).
Retrieved October 29, 2012, from United Nations Development Programme
Indonesia: http://www.undp.or.id/mdg/