Rabu, 12 Desember 2012

Environmental Action



FISIP MASUK DESA (2012)

Bulan Juni 2012, bersama mahasiswa FISIP UI lainnya yang tergabung dalam FISIP MASUK DESA (FMD) 2012 melakukan kunjungan selama tiga hari dua malam di desa Rabak, kecamatan Rumpin, Bogor – Jawa Barat. Desa Rabak merupakan desa yang sangat tertinggal dibandingkan wilayah lain di Bogor. Minimnya pasokan listrik, sarana prasarana transportasi dan sulitnya akses pendidikan di wilayah tersebut memaksa warga Rumpin hidup dengan serba kekurangan. Banyak remaja yang putus sekolah dan bekerja sebagai penggarap sawah dengan fasilitas ala kadarnya.

Selama berada di sana, kami melakukan kegiatan yang melibatkan partisipasi warga di desa tersebut. kegiatan tersebut antara lain pelatihan kewirausahaan, pendidikan, pemerikasaan kesehatan gratis, diskusi warga hingga kegiatan lingkungan berupa bersih kampung di hari terakhir kami di sana. Yang menarik sekaligus membuat kami prihatin dengan kondisi lingkungan tersebut yaitu ketika para warga hidup berdampingan dengan sampah. Mereka sudah terbiasa dengan kondisi kampung mereka yang nyaris kumuh dan tidak sehat. Kami pun menjalankan misi lingkungan di desa tersebut. seluruh panitia dan warga saling bahu membahu melakukan bersih desa : mulai dari besih jalanan hingga bantaran sungai. Sampah yang terkumpul pun mencapai berkantung – kantung. Tak hanya bersih desa, kami juga memberikan penyuluhan akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya dan menjaga ekosistem di desa tersebut agar kualitas hidup warga di wilayah tersebut meningkat.




LET'S SAVE OTAN! (2012)

This is the time! Baru baru ini saya mengikuti kompetisi periklanan terbesar di Jawa Tengah, yaitu Caraka Festival 2012. Terdapat beberapa kategori iklan yang dipertandingkan salah satunya Radio Advertisement. Yang menarik dari kompetisi iklan ini yaitu selain mengangkat tema umum, juga mengangkat tema lingkungan hidup. Untuk lomba iklan ini, saya memilih untuk membuat iklan mengenai eksistensi orangutan. Orangutan yang populasi dan habitatnya semakin terancam ini sudah saatnya memperoleh bantuan dari kita. Perburuan liar orangutan sudah menjadi isu hangat di kalangan pemerhati atau komunitas pencinta orangutan. Namun, masyarakat awam nampaknya banyak yang belum mengerti dan menganggap itu bukanlah suatu ancaman besar. Namun perlu diketahui, salah satu indikator hutan tropis ideal yaitu ketika hutan tersebut dihuni oleh orangutan sebagai penyeimbang dan pelestari ekosistem di hutan itu sendiri. Iklan ini bertujuan mempersuasi khalayak agar mendonasikan uangnya sebagai bentuk kepedulian terhadap orangutan dari ancaman kepunahan. 






Can’t wait any longer for next year, banyak project lingkungan sudah menanti!

Salam Hijau!

Sabtu, 01 Desember 2012

Orangutan : When the Government Dumb, the Peoples Should Take the Lead!
Twitter : @dlaify


Sekilas Tentang Orangutan
            Orangutan sebenarnya merupakan salah satu dari empat spesies jenis kera yang ada di dunia. Keluarga besar kera ini terdiri dari Orangutan yang terletak di kawasan hutan hujan tropis Asia (Indonesia dan sebagian kecil Malaysia). Sementara tiga spesies lainnya yaitu Simpanse, Gorila dan Bonobo hidup di benua Afrika. Orangutan memiliki nama latin yaitu Pongo Pygmeaus. Fauna langka ini tersebar di dua wilayah yaitu di pulau Sumatra (Pongo Abelii) dan di pulau Kalimantan atau Borneo dan Sebagian kecil Malaysia. Di Kalimantan sendiri Orangutan dibagi menjadi tiga divisi, antara lain : Pongo Pygmeaus Pygmeaus, Pongo Pygmeaus Wurmbii dan Pongo Pygmaeus Morio.

Orangutan sendiri menurut CITES masuk ke dalam jenis binatang ketegori Appendix I, dimana merupakan kategori fauna yang sangt dilindungi dari perdagangan atau komersialisasi karena sangat rentan akan kepunahan). Fakta yang menarik dari orangutan yaitu mereka tergolong sebagai mahluk frugivora yaitu pemakan buah, kayu, umbut, cambium dan serangga. Keberadaan orangutan di dalam hutan mampu menjaga stabilitas hutan agar tetap terjaga kelestariannya.

Orangutan Terancam Punah!
            Sudah sejak lama orangutan mengalami permasalahan yang mengancam habitat dan kelestariannya. Berbagai masalah tersebut kini semakin kompleks hingga mengancam kepunahan orangutan. Salah satu permasalahan pelik yang terjadi yaitu maraknya kegiatan alihfungsi hutan lindung menjadi hutan produksi (biasanya untuk industri sawit). Alih fungsi inilah membuat habitat asli orangutan semakin terdegradasi oleh kepentingan bisnis semata. Perlu diketahui bahwa hutan dapat dikatakan ideal apabila terdapat orangutan di dalamnya.

Menurut data WWF Indonesia, sebanyak 70% dari total populasi orangutan di Indonesia hidup di wilayah konsesi. Hal ini menimbulkan isu baru mengenai perburuan orangutan. Orangutan yang memasuki wilayah konsesi kerap dipersepsikan sebagai hama industri dan berakibat pada perburuan liar. Setiap tahunnya jumlah kematian orangutan akibat perburuan liar semakin tinggi, hal ini diperparah dengan adanya kegiatan perdangan anak atau bayi orangutan secara ilegal. Biasanya setiap penculikan bayi orangutan melibatkan pembunuhan terhadap induknya. Jadi dapat dikatakan setiap satu anak bayi orangutan diculik, maka satu induk orangutan tewas terbunuh. Tindakan ini sangat berdampak buruk bagi populasi orangutan yang kian menyusut jumlahnya.

Selain faktor manusia, juga terdapat faktor alam. Pada tahun 1997/1998, hutan Kalimantan mengalami kebakaran hutan akibat badai El-Nino dan suhu hutan yang ekstrem sehingga habitat orangutan berkurang drastic dan jumlah orangutan menyusut seketika.

When The Government dumb, The Peoples Will Take The Lead. Kalimat tersebut menurut saya sangat ideal bagi kita dalam mengatasi permasalahan ini. Ketika pemerintah hanya berbuat ala kadarnya, kini saatnya kita yang bertindak. Kita dapat mencegah perusakan hutan dimulai dari diri sendiri dengan menghemat penggunaan kertas, tissue dan segala produk yang mengandung material dari pohon. Selain itu langkah konkret yang bisa kita lakukan yaitu dengan cara memberi donasi bagi orangutan sebagai bentuk dukungan moril terhadap kelestarian orangutan. Informasi lebih lanjut mengenai orangutan dapat mengakses WWF Indonesia atau follow @OtanEmbassy on Twitter!

 Salam Hijau!

(Hargailah setiap karya milik siapapun dengan tidak melakukan tindakan plagiarisme)
Dlaify Bruinsma
Mahasiswa Ilmu Komunikasi
Universitas Indonesia

Sumber : WWF Indonesia

Minggu, 25 November 2012

NewsWeek Digital Online : Angin Segar Bagi Masa Depan Bumi
Twitter : @dlaify


            Hello, I’m back again. Kali ini saya akan memberikan opini mengenai perkembangan terbaru yang sedang terjadi di Amerika. Apa itu? Ya, salah satu topik yang ingin saya kupas yaitu mengenai berita dari perusahaan majalah berita NewsWeek yang akhir tahun ini (2012) akan segera mengakhiri penerbitannya dalam bentuk cetak dan beralih seluruhnya ke dalam format online.
            Sudah menjadi rahasia umum bahwa NewsWeek merupakan salah satu majalah berita tersohor seantero Amerika Serikat dengan pesaing utamanya seperti Time’s New York. Pemimpin redaksi NewsWeek, Tina Brown menjelaskan bahwa majalah berita  ini akan sepenuhnya beralih ke format digital online sebagaimana diberitakan harian Kompas edisi hari Jumat 19 Oktober 2012. Alasan utama mengapa NewsWeek merubah format ke digital online sepenuhnya dikarenakan mahalnya biaya produksi dan distribusi. Keputusan ini jelas merupakan sebuah gebrakan yang cukup “liar” dalam menghadapi persaingan media dan persaingan memenuhi kebutuhan hidup manusia.
            Menurut saya, langkah NewsWeek merupakan gebrakan cerdas yang melahirkan alternatif baru dalam menghadapi persaingan media. Bagaimana di Indonesia sendiri? Akankah majalah berita di Indonesia juga akan menggunakan metode tersebut? Nah, kali ini saya akan membahasnya secara runtut dilihat dari berbagai aspek ekonomi, teknologi, sosial-budaya dan lingkungan.

a.      Faktor Ekonomi
Perlu kita ketahu bahwa yang menjadi alasan utama majalah berita “NewsWeek” mengakhiri penerbitan cetaknya dikarenakan tingginya biaya cetak dan produksi. Selain itu, berdasarkan pemberitaan dari media online republika.co.id dijelaskan bahwa terdapat faktor lain yang membuat “NewsWeek” hanya akan “bermain” pada format digital yaitu suramnya perekonomian Amerika Serikat dalam lima tahun terakhir membuat para pengiklan berlaih beriklan di internet daripada beriklan di majalah berita ini, mengingat besarnya pendapatan “NewsWeek” dari iklan semakin membuat “NewsWeesk” kesulitan dalam memperoleh oplah penjualan.
Jika dilihat dari sisi ekonomi, pemberitaan mengenai “NewsWeek” ini berpotensi menimbulkan kecenderungan bagi perusahaan majalah berita di Indonesia untuk melakukan hal serupa. Tingginya biaya produksi dan distribusi kerap menjadi beban pengeluaran atau budgeting. Dalam Ilmu manajemen terdapat istilah financial planning dimana perencanaan jangka panjang keuangan (terutama mengenai laba). Jika biaya produksi dan distribusi ke seluruh Indonesia semakin tinggi sementara target laba setiap tahunnya tidak memenuhi target disamping harus menggaji seluruh karyawan maka hanya akan menimbulkan defisit anggaran perusahaan. Tekanan tekanan ini diprediksikan mampu mendorong perusahaan majalah berita di Indonesia beralih pada satu format yaitu digital. Selain itu dengan beralihnya majalah berita di Indonesia ke format digital, akan memudahkan update berita tanpa perlu bergantung pada agen agen di setiap wilayah dan tidak mengganggu jadwal pendistribusian agen.
Dengan menerapkan “Single Production” hanya dalam format digital saja, secara otomatis tidak hanya terjadi efisiensi dalam sirkulasi keuangan, tetapi juga efisiensi tenaga kerja. Jika langkah ini benar benar dilakukan oleh perusahaan majalah berita di Indonesia, maka ada PR yang lebih besar lagi. Yaitu konversi ini akan berdampak pada pemutusan hubungan kerja sebagian karyawan dan akan berpengaruh terhadap ekonomi khususnya ekonomi makro
.
b.      Faktor Teknologi
Teknologi komunikasi massa yang terus berkembang, secara perlahan tapi nyata mulai menggeser eksistensi percetakan. Pernyataan ini diperkuat melalui data yang dihimpun oleh survey tvOneNews yang menyebutkan bahwa pada pembaca majalah di Indonesia pada tahun 2006 sebesar 25%, namun pada tahun 2012 hanya tersisa sebesar 8% khalayak saja yang membaca majalah.  
Perkembangan teknologi internet dalam komunikasi massa yang semakin mengaburkan level – level komunikasi berdampak pada mudahnya akses serta cepatnya arus informasi di masyarakat. Sehingga faktor teknologi sangat berpengaruh dalam mendorong majalah berita Indonesia yang sampai saat ini masih setia dengan format konvensionalnya akan beralih sepenuhnya ke format digital meskipun saat ini hampir setiap perusahaan majalah berita di Indonesia juga memiliki format digital dalam bentuk website dan aplikasi untuk BlackBerry dan Ipad.

c.       Faktor Sosial Budaya
Perkembangan media massa yang begitu cepat terutama media massa elektronik semakin menggugah kesadaran masyarakat akan pesan pesan media. Hal tersebut memunculkan keinginan masyarakat agar dapat mengakses informasi secara praktis, cepat dan realtime. Salah satu kelebihan format online yaitu cepatnya perputaran arus informasi serta berita yang didesain short news, menjawab kebutuhan masyarakat saat ini yang mobilitasnya kian meningkat dan keterbatasan waktu untuk membaca majalah berita secara fisik (apalagi sambil duduk bersantai).
Namun kita tidak bisa mengelak bahwa saat ini kita masih terbiasa dengan budaya membaca buku secara fisik, bagaimana jemari kita membuka halaman demi halaman, aroma buku ketika masih baru dibuka dari bungkusnya merupakan kenikmatan yang tidak akan kita temukan di format digital. Menurut saya ini bukanlah suatu penghalang, melainkan tantangan yang dihadapi perusahaan majalah berita jika ingin mengkonversi ke dalam format digital. Apabila terdapat perusahaan yang ingin sepenuhnya berpindah ke format digital tanpa kehilangan konsumen di format maka yang perlu dilakukan adalah mendigitalisasi manusia agar menjadi suka dan terbiasa membaca majalah dalam format digital ketimbang format konvensional. Misalnya membiasakan membaca berita online.

d.      Faktor Lingkungan
Salah satu aspek yang harus diperhatikan dalam suatu manajemen perusahaan yaitu bagaimana menggunakan sumber daya yang ada baik sumber daya manusia dan sumber daya bukan manusia (bahan mentah, modal, bangunan, mesin dan aspek lain) secara efektif dan efisien. Dalam rangka Indonesia menuju Millenium Development Goals tahun 2015 yang berisi delapan poin tersebut terdapat salah satu goal “menjamin daya dukung lingkungan hidup”. Salah satu penjabarannya adalah melaksanakan prinsip prinsip pembangunan berkelanjutan dan mengurangi hilangnya sumber daya lingkungan. (Millenium Development Goals)
Saat ini dalam upaya mengatasi global warming dan mencapai MDGs, gerakan paperless semakin digalakkan untuk mengurangi dan menghemat penggunaan kertas demi terciptanya seimbangan sumber daya. Di FISIP UI, gerakan paperless mulai digalakkan sejak masa orientasi fakultas hingga di bangku perkuliahan. Misalnya memanfaatkan sisi kosong kertas yang sudah terpakai untuk mengoptimalkan efisiensi penggunaan kertas.  Jika gerakan ini diterapkan pada perusahaan majalah berita di Indonesia, maka langkah nyata yang dapat dilakukan yaitu dengan beralih ke format digital.
Dengan beralih ke format digital, akan membawa angin segar bagi kelestarian lingkungan. Dimana kebutuhan akan kertas menjadi tereduksi, penebangan pohon dapat diminimalisir, lebih hemat energi karena tidak perlu mengoprasikan mesin mesin percetakan, pekerjaan juga menjadi lebih sederhana.

Inti dari penjelasan ini adalah kita tidak dapat menghentikan laju perkembangan teknologi komunikasi. Perkembangan teknologi komunikasi bersifat inevitable dan mencakup aspek aspek kehidupan manusia. Seiring dengan perkembangan teknologi serta desakan berbagai faktor seperti ekonomi, teknologi maupun sosial budaya serta tak kalah penting, faktor lingkungan, cepat atau lambat akan menggiring majalah berita di Indonesia akan sepenuhnya beralih ke format digital. Namun itu memerlukan proses yang tidak sebentar dan tidak mudah mengingat saat ini masih ada sebagian besar masyarakat yang merasa lebih nyaman atau terbiasa dengan budaya konvensional dimana bentuk fisik masih diutamakan.

Salam Hijau!

(Hargailah setiap karya milik siapapun dengan tidak melakukan tindakan plagiarisme)

Dlaify Bruinsma
Mahasiswa Ilmu Komunikasi - FISIP.
Universitas Indonesia


Bibliography


Armandhanu, D. (2012, October 24). PBB : Facebook Jadi Tempat Rekrut Teroris. Retrieved October 29, 2012, from VIVANEWS: http://dunia.news.viva.co.id/news/read/361906-pbb--facebook-jadi-tempat-rekrut-teroris

Astaga, Pembaca Koran Hanya 15 Persen. (2011, October 21). Retrieved October 29, 2012, from tvOneNews: http://sosialbudaya.tvonenews.tv/berita/view/50331/2011/10/21/astaga_pembaca_koran_hanya_15_persen.tvOne

Dominick, J. R. (2009). Dynamics of Mass Communication : Media in the Digital Age. Athens: University of Georgia.

Millenium Development Goals. (n.d.). Retrieved October 29, 2012, from United Nations Development Programme Indonesia: http://www.undp.or.id/mdg/