Sekilas Tentang Orangutan
Orangutan
sebenarnya merupakan salah satu dari empat spesies jenis kera yang ada di
dunia. Keluarga besar kera ini terdiri dari Orangutan yang terletak di kawasan
hutan hujan tropis Asia (Indonesia dan sebagian kecil Malaysia). Sementara tiga
spesies lainnya yaitu Simpanse, Gorila dan Bonobo hidup di benua Afrika.
Orangutan memiliki nama latin yaitu Pongo
Pygmeaus. Fauna langka ini tersebar di dua wilayah yaitu di pulau Sumatra (Pongo Abelii) dan di pulau Kalimantan
atau Borneo dan Sebagian kecil Malaysia. Di Kalimantan sendiri Orangutan dibagi
menjadi tiga divisi, antara lain : Pongo
Pygmeaus Pygmeaus, Pongo Pygmeaus Wurmbii dan Pongo Pygmaeus Morio.
Orangutan
sendiri menurut CITES masuk ke dalam jenis binatang ketegori Appendix I, dimana
merupakan kategori fauna yang sangt dilindungi dari perdagangan atau
komersialisasi karena sangat rentan akan kepunahan). Fakta yang menarik dari
orangutan yaitu mereka tergolong sebagai mahluk frugivora yaitu pemakan buah,
kayu, umbut, cambium dan serangga. Keberadaan orangutan di dalam hutan mampu
menjaga stabilitas hutan agar tetap terjaga kelestariannya.
Orangutan Terancam Punah!
Sudah sejak lama orangutan mengalami
permasalahan yang mengancam habitat dan kelestariannya. Berbagai masalah
tersebut kini semakin kompleks hingga mengancam kepunahan orangutan. Salah satu
permasalahan pelik yang terjadi yaitu maraknya kegiatan alihfungsi hutan
lindung menjadi hutan produksi (biasanya untuk industri sawit). Alih fungsi
inilah membuat habitat asli orangutan semakin terdegradasi oleh kepentingan
bisnis semata. Perlu diketahui bahwa hutan dapat dikatakan ideal apabila
terdapat orangutan di dalamnya.
Menurut
data WWF Indonesia, sebanyak 70% dari total populasi orangutan di Indonesia
hidup di wilayah konsesi. Hal ini menimbulkan isu baru mengenai perburuan
orangutan. Orangutan yang memasuki wilayah konsesi kerap dipersepsikan sebagai
hama industri dan berakibat pada perburuan liar. Setiap tahunnya jumlah
kematian orangutan akibat perburuan liar semakin tinggi, hal ini diperparah
dengan adanya kegiatan perdangan anak atau bayi orangutan secara ilegal. Biasanya
setiap penculikan bayi orangutan melibatkan pembunuhan terhadap induknya. Jadi dapat
dikatakan setiap satu anak bayi orangutan diculik, maka satu induk orangutan
tewas terbunuh. Tindakan ini sangat berdampak buruk bagi populasi orangutan
yang kian menyusut jumlahnya.
Selain
faktor manusia, juga terdapat faktor alam. Pada tahun 1997/1998, hutan Kalimantan
mengalami kebakaran hutan akibat badai El-Nino dan suhu hutan yang ekstrem
sehingga habitat orangutan berkurang drastic dan jumlah orangutan menyusut
seketika.
Salam Hijau!
(Hargailah setiap karya milik
siapapun dengan tidak melakukan tindakan plagiarisme)
Dlaify
Bruinsma
Mahasiswa
Ilmu Komunikasi
Universitas
Indonesia
Sumber
: WWF Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar